Dihadiri Donatur, Suasana Haru Warnai Peresmian GKJW Sidoarjo

Dihadiri Donatur, Suasana Haru Warnai Peresmian GKJW Sidoarjo


Sidoarjo – Suasana syukur, haru, dan sukacita menyelimuti perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 GKJW Jemaat Sidoarjo yang dirangkai dengan peresmian gedung rumah ibadah baru, Minggu (12/7/2026). Momen bersejarah ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang jemaat dalam mewujudkan impian memiliki gereja sendiri melalui semangat gotong royong dan kebersamaan lintas generasi.

Ibadah syukur dipimpin oleh Ketua Majelis Agung (MA) GKJW, Pdt. Natael Hermawan, yang menyampaikan khotbah berdasarkan Efesus 2:11-22.

Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk menjadi rumah persatuan, tanpa sekat suku, latar belakang, maupun status sosial.

“Sebenarnya tidak ada lagi tembok pemisah itu karena tembok pemisah sudah dihancurkan melalui kematian Kristus, melalui darah Kristus. Keselamatan adalah anugerah, bukan karena seseorang Yahudi atau non-Yahudi,” ujar Pdt. Natael Hermawan.

Menurutnya, surat Rasul Paulus kepada jemaat Efesus lahir karena adanya perbedaan antara orang Kristen Yahudi dan non-Yahudi. Pesan tersebut, kata dia, tetap relevan bagi kehidupan gereja masa kini yang hidup di tengah masyarakat majemuk.

GKJW Sidoarjo Disebut Sebagai Jemaat Diaspora

Dalam khotbahnya, Pdt. Natael menyebut GKJW Jemaat Sidoarjo sebagai “jemaat diaspora”, karena terdiri dari warga yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Keberagaman itu justru menjadi kekuatan utama yang menyatukan jemaat dalam kasih Kristus.

“Jemaat Sidoarjo ini adalah jemaat diaspora. Latar belakangnya berbeda-beda, tetapi justru di situlah kekuatannya. Kita menjadi satu karena darah Kristus dan memperoleh keselamatan sebagai anugerah,” katanya.

Ia menilai perbedaan asal-usul tidak pernah menjadi hambatan bagi warga jemaat untuk membangun kebersamaan selama puluhan tahun hingga akhirnya mampu mewujudkan impian memiliki gedung gereja sendiri.

Perjalanan Panjang Membangun Gereja

Pdt. Natael juga mengenang perjalanan panjang pembangunan gereja yang menurutnya merupakan buah dari kerja sama seluruh warga jemaat.

Mulai dari anak-anak, kaum muda, hingga warga lanjut usia terlibat dalam berbagai kegiatan penggalangan dana. Bahkan, dukungan juga datang dari banyak donatur di luar keluarga besar GKJW.

“Semua berkiprah tanpa melihat latar belakang. Dari anak-anak sampai sepuh ikut ambil bagian. Bahkan banyak donatur yang bukan warga GKJW turut membantu pembelian tanah maupun pembangunan gereja. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih juga kepada bapak ibu donatur yang hadir di sini, Pak Willy (Willy Bernardi Pengusaha Sidoarjo yang hadiri bersama keluarga) ” tuturnya.

Ia bahkan mengenang bagaimana anak-anak jemaat ikut menggalang dana melalui berbagai cara demi membantu pembangunan gereja yang selama bertahun-tahun menjadi doa bersama.

Bagi Pdt. Natael, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa rumah ibadah itu berdiri bukan semata karena kemampuan finansial, tetapi karena semangat gotong royong, pengorbanan, dan iman seluruh jemaat.

Gereja Diharapkan Menjadi Berkat bagi Masyarakat

Meresmikan gedung rumah ibadah yang baru, Pdt. Natael berharap gereja tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi pusat pelayanan, persaudaraan, dan berkat bagi masyarakat luas.

“Kita sangat bersyukur karena GKJW Jemaat Sidoarjo dimampukan membangun gedung ibadah yang luar biasa ini. Kita percaya tempat ini akan terus bertumbuh dan menjadi tempat yang penuh berkat bagi banyak orang,” ujarnya.

Ia kembali mengajak seluruh jemaat untuk terus meruntuhkan “tembok-tembok pemisah” dalam kehidupan bergereja serta membangun persekutuan yang berlandaskan kasih Kristus.

“Kita dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia seluruh bangunan tersusun menjadi bait Allah yang kudus,” kata Pdt. Natael mengutip Efesus 2:20-22.

Perayaan HUT ke-38 GKJW Jemaat Sidoarjo sekaligus peresmian gedung gereja baru juga dihadiri sejumlah tokoh gereja yang memiliki peran penting dalam perjalanan pembangunan rumah ibadah tersebut.

Hadir Pdt. Kristanto, yang melayani sebagai Pendeta GKJW Jemaat Sidoarjo pada periode 2016–2025 dan dikenal sebagai peletak dasar pembangunan gereja di jalan Kombespol M Duryat.

Turut hadir pula Pdt. Noven Rudi Nataniel, Pendeta Baku GKJW Jemaat Sidoarjo sejak 2025 hingga sekarang yang melanjutkan pelayanan dan penyelesaian pembangunan gedung gereja.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah bersama warga sekitar, para donatur, serta jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sidoarjo, sebagai simbol komitmen menjaga persaudaraan dan toleransi antarumat beragama di Kota Delta.

Menutup khotbahnya, Pdt. Natael menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar GKJW Jemaat Sidoarjo.

“Selamat ulang tahun untuk keluarga besar GKJW Jemaat Sidoarjo. Selamat bersyukur karena kini dapat beribadah di gedung gereja sendiri yang telah menjadi doa para leluhur hingga saat ini. Kiranya GKJW Sidoarjo terus menjadi berkat melalui gedung ibadah ini,” pungkas Pdt Natael.

Teddy Ardianto

Leave a Reply