Ibadah Sidi: Ketika Dunia Gak Sesuai Ekspektasi, Tuhan Tetap Peluk Kamu!

Ibadah Sidi: Ketika Dunia Gak Sesuai Ekspektasi, Tuhan Tetap Peluk Kamu!

Sidoarjo– Jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Sidoarjo menggelar Ibadah Peneguhan Sidi dan Baptisan Dewasa di Jalan Kombes Pol Duryat, Minggu (23/11/2025).

Ibadah bertema “Pengorbanan yang Mendamaikan” ini mengajak umat memahami kembali bahwa pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib menjadi dasar pemulihan relasi manusia dengan Allah.

Tema tersebut diambil dari dasar Alkitab Lukas 23:33–43, yang menegaskan bahwa karya keselamatan Kristus menghapus permusuhan dan menghadirkan damai sejati bagi setiap orang yang percaya.

Pdt. Noven Rudy Nataniel, S.Si., dalam kotbahnya menjelaskan bahwa damai bukan sekadar hidup tanpa masalah, namun tentang keteguhan iman. “Damai bukan berarti hidup tanpa pergumulan, tanpa masalah atau tanpa tantangan. Damai adalah kemampuan untuk tetap berdiri, tetap kuat, tetap tegar, terlebih tetap percaya di tengah segala situasi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa damai merupakan kesadaran bahwa Allah selalu berjalan bersama umat-Nya.
“Ketika seseorang tahu Allah berjalan bersamanya, itulah damai. Gusti Allah menyertai kita, bersama dengan anak-anak yang diteguhkan Sidi. Jangan berpikir kita berjalan sendiri,” tegasnya.

Tantangan Generasi Muda dan Peran Orang Tua

Dalam khotbahnya, Pdt. Noven juga menyinggung berbagai tantangan yang dihadapi remaja masa kini, mulai dari pergaulan hingga hubungan dengan orang tua.

Ia sempat berkelakar mengenai dinamika orang tua dan anak remaja. “Suka membantah? Ya, karena sejak kecil kita mengajari anak bicara. Akhirnya ikut bicara sampai gede. Itu tantangan bagaimana menjadi orang tua yang kreatif,” tuturnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa Tuhan tetap memeluk setiap kehidupan.
“Ketika kalian sedih atau terpuruk di sekolah, jangan menyerah. Tuhan memeluk kehidupan saudara. Kehidupan ini tidak berhenti di persoalan yang sedang kita hadapi,” katanya.

Ajakan Setia dan Merawat Iman

Mengutip pesan dalam kitab Yeremia, Pdt. Noven mengajak jemaat untuk tetap setia dalam berbagai situasi.
“Orang yang setia akan berjumpa dengan kedamaian. Setia di sekolah, di rumah, di tempat kerja, dan ketika diberi kepercayaan,” ujarnya.

Setia, lanjutnya, tidak hanya kepada sesama, tetapi terutama kepada Allah.
Ia juga menekankan pentingnya merawat iman, sebagaimana tertulis dalam Kolose 1:11–20.
“Iman itu bertumbuh. Harus dirawat dan dijaga. Yang bisa merawat iman saudara siapa? Diri kita sendiri,” tegasnya.

Tidak hanya bagi mereka yang diteguhkan Sidi, nasihat ini juga ditujukan untuk seluruh warga jemaat.
“Ketika kita sudah mengaku di hadapan Allah, kita punya tanggung jawab untuk menjaga dan mengasah iman supaya menghasilkan buah,” ujarnya.

Keselamatan sebagai Anugerah

Di bagian akhir, Pdt. Noven menegaskan bahwa keselamatan adalah anugerah dari Tuhan.
“Keselamatan itu otoritas Tuhan, anugerahe Gusti. Anugerah ini harus dijaga dan dipelihara dalam kehidupan kita,” ungkapnya.

Ia menutup pesan dengan ajakan bagi seluruh jemaat untuk mempercayakan hidup kepada Kristus.
“Karena Dialah satu-satunya Juru Selamat yang menganugerahkan kasih keselamatan. Semoga iman kita bertumbuh, persekutuan bertumbuh, dan nama Tuhan semakin dipermuliakan,” tutupnya. (ted)

Teddy Ardianto

Leave a Reply